Dunia digital seperti sekarang menuntut banyak bisnis untuk harus mulai merubah cara mereka berjualan, yaitu dengan eksis di internet. Banyak cara yang dapat digunakan, seperti memanfaatkan berbagai channels atau platforms digital. Nah, salah satu channel atau platform yang paling populer di kalangan pemilik bisnis adalah website

Website sudah dianggap sebagai marketing channel yang efektif untuk menunjang pertumbuhan bisnis, baik dari segi awareness atau sales. Tapi, tidak sedikit juga pemilik bisnis yang lupa bahwa untuk mengoperasikan platform ini perlu dibarengi dengan pemahaman tentang web development. 

Apa itu web development? Apa saja jenis-jenisnya? Dan bagaimana proses kerjanya? Semua jawabannya sudah kita siapkan di artikel ini. Yuk, scroll ke bawah!

Pengertian Web Development dan Pentingnya untuk Bisnis

Web development adalah serangkaian proses pembuatan website, mulai perancangannya sampai pemeliharaannya. Prosesnya sendiri mencakup coding, layout, design, content creation, dan fungsionalitas. Saat proses pengembangannya, web development melibatkan keahlian programming dan didukung dengan berbagai tools demi memastikan keoptimalan performanya. 

Sekarang pemahaman tentang web development menjadi penting, mengingat hampir semua orang mencari informasi di Google. Sekali saja website kamu tidak berfungsi dengan baik, pengunjung akan pergi dan beralih ke website lain. Tentunya hal itu tidak diinginkan, khususnya jika kamu memiliki website e commerce yang menangani transaksi pembelian. 

Jenis-Jenis Web Development

Agar lebih paham dengan web development, kamu juga harus tahu berbagai jenisnya. Secara umum, web development dibagi menjadi 3 jenis; front-end, back-end, dan full-stack

  • Front-End Development

Front-end development lebih berfokus mengerjakan di bagian website yang dilihat pengguna, seperti design dan layout. Mereka merancang dan mengembangkan aspek visual untuk membangun antarmuka yang dapat mempermudah pengguna menggunakan website kamu. 

  • Back-End Development 

Sebaliknya, jika front-end berfokus pada apa yang dilihat pengguna, back-end justru lebih berfokus pada apa yang mereka tidak lihat. Back-end developer biasanya mengerjakan server website, program-programnya, sampai software-nya untuk memastikan data dapat diproses dengan aman dan website berfungsi dengan lancar di balik layar. 

  • Full-Stack Development

Berbeda dari kedua jenis web development tadi yang berfokus pada satu aspek tertentu, full-stack justru memiliki keahlian di sisi front-end dan back-end sekaligus. Mereka dapat mengerjakan keseluruhan proses web development dari awal sampai akhir. Tidak heran jika keahlian komprehensif yang dimiliki full-stack developer ini sering dicari oleh perusahaan-perusahaan untuk menghandle proyek besar. 

Proses Kerja Web Development

Tadi kamu sudah memahami pengertian web development dan berbagai jenisnya. Sekarang kamu juga harus tahu bagaimana proses kerja web development dari planning sampai maintenance

  • Planning

Pertama, kamu perlu menentukan rencana pembuatan website yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuannya. Tahap planning sangat penting untuk memastikan website yang dibuat dapat sesuai ekspektasi. 

  • Designing

Setelah tahap planning selesai, langkah selanjutnya adalah designing atau proses merancang design website, mulai dari pembuatan wireframe sampai prototipe. Website design tidak hanya tentang tampilan menariknya saja, tapi juga harus mempertimbangkan user experiences (UX). Jadi, penting untuk UI & UX designer bekerja sama di tahap ini demi dapat menghasilkan website yang estetik dan juga berfungsi dengan baik. 

  • Coding

Tahap ketiga yang sekaligus jadi salah satu tahap paling krusial adalah coding atau penyusunan kode program. Di tahap ini front-end developer dan back-end developer harus saling bekerja sama untuk memastikan semua fitur berjalan sesuai rencana. 

  • Testing & Launch

Sebelum diluncurkan, lakukan testing atau pengujian terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada masalah teknis. Pengujian yang bisa dilakukan mencakup segi fungsionalitas, performa, kompatibilitas, dan script coding. Setelah semua diuji, lalu kamu bisa launching website-nya dan hubungkan ke semua server

  • Maintenance

Tidak berhenti sampai di launching, web development juga mencakup pada proses maintenance atau pemeliharaannya.  Proses ini sangat diperlukan untuk mengupdate konten, meningkatkan keamanan, dan memastikan performa website tetap maksimal. Dengan melakukan maintenance secara rutin, website kamu akan berfungsi secara efisien yang otomatis meningkatkan user experience

Nah, itulah pembahasan lengkap tentang web development, mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, sampai proses kerjanya. Web development memang sekarang sudah lebih populer karena meningkatnya kebutuhan akan website untuk bisnis. Tidak sedikit pemilik bisnis yang mulai mempertimbangkan untuk memanfaatkan potensi website demi meraih keuntungan maksimal pada bisnisnya. 

Gunakan Plugo untuk Pembuatan Website Toko Online yang Praktis!

Kamu ingin membuat website toko online untuk bisnis tapi tidak memiliki pemahaman tentang web development? Tenang saja, kamu masih bisa mempunyai website tanpa harus memiliki keahlian teknis. Penasaran caranya? Plugo solusinya!

Plugo menjadi platform yang dapat memudahkan kamu membangun website toko online dengan cepat dan menarik dengan berbagai pilihan template-nya. Tidak hanya itu, kamu juga berkesempatan menikmati domain dan hosting gratis untuk paket berlangganan tertentu. 

Yang membuat lebih menarik, Plugo baru saja meluncurkan promo spesial yang sayang sekali untuk dilewatkan. Jangan ketinggalan, promonya hanya berlaku 3 hari saja! Klaim promonya sekarang di sini: PROMO SPESIAL PLUGO!

Jadi, tunggu apalagi? Langsung hubungi Plugo dan buat website toko online impianmu sekarang juga!

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Halaman Bantuan Plugo

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca